Ajaran Dasar Agama Budha


BUDHISME | 21.41 |


Pengertian Dasar Budha Dharma
Tri Ratna dan Saddha
v Budha
Budha Berasal dari bahasa sansekerta, Budha berarti menjadi sadar, kesadaran sepenuhnya, bijaksana.  Perkataan Budha terbentuk dari kata kerja “Budh” yang artinya bangun; bangun dari dalam kesesatan dan keluar ditengah-tengan cahaya pemandangan yang benar. Budha adalah orang yang  mendapat pengetahuan dengan tidak mendapat wahyu dari Tuhan dan bukan dari seorang guru, sebagaimana disebutkan dalam Mahavagga 1,67 : “Aku sendiri yang mencapai pengetahuan, akan kukatakan pengikut siapakah aku ini? Aku tak mempunyai guru, aku guru yang tak ada bandingannya”.
Budha bukan nama orang melainkan gelar. Nama pendiri agama Budha ini ialah Sidharta Gautma atau biasa juga disebut Cakyamuni, artinya orang tapa dari suku turunan Cakyas. Sidharta Gautama dilahirkan di Kapilawastu, sebelah utara Benares di daerah Nepal sekarang, di lereng pegunungan Himalaya pada tahun 566 SM. Sidharta Gautama anak raja Sudhodana.

v Dharma
Dharma adalah doktrin atau pokok ajaran, inti ajaran agama Budha dirumuskan dalam empat kebenaran mulia ( Catur Arya Saccani), yaitu :
  1. Dukkha ialah penderitaan
  2. Samudya ialah sebab penderitaan
  3. Nirodha ialah peniadaan penderitaan
  4. Marga ialah delapan jalan kebenaran.

Dharma mengandung empat makna utama :
  1. Doktrin
  2. Hak, Keadilan, kebenaran
  3. Kondisi
  4. Barang yang kelihatan atau Fenomena.

Budha Dharma adalah suatu ajaran yang mengguraikan hakekat kehidupan berdasarkan pandangan terang yang dapat membebaskan manusia dari kesesatan atau kegelapan bathin dan penderitaan disebabkan ketidakpuasan. Budha   Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian, filosofi, psikologi, falsafah, kebatinan, metafisika, tata susila, etika.dll.
Tripitaka Mahayana termasuk dalam Budha Dharma.

v Tripitaka
Tripitaka adalah kitab suci agama Budha. “Tri” artinya “tiga” dan “Pitaka”artinya “keranjang”atau kumpulan, jadi Tripitaka  adalah  tiga keranjang. Tripitaka terdiri dari :
  1. Vinaya Pitaka
Vinaya Pitaka merupakan suatu kumpulan tata tertib dan peraturan cara hidup yang ditetapkan untuk mengatur murid-murid sang  Budha yang telah diangkat menjadi Bhikku atau Bhikkuni ke dalam Sangha.
  1. Sutta Pitaka
Sutta Pitaka adalah kumpulan ceramah, dialog, atau berisi wejangan-wejangan sang Budha.
  1. Adidharma Pitaka
Adidharma Pitaka adalah kumpulan doktrin yang  lebih, hasil susunan sistematis dan analisis skolastik dari bahan-bahan yang ditemukan dalam Sutta Pitaka.
Adidharma Pitaka yang berisi penjelasan dogmatic yang didasarkan atas ajaran itu.

v Triratna
Triratna yang bermakna tiga permata adalah tiga buah pengakuan dari setiap penganut agama Budha. seperti halnya dengan Credo dalam Kristen, Syahadat dalam Islam. Tiga pengakuan di dalam agama Budha itu berbunyi :
“Buddham Saranam Gocchami”
“Dhamman Saranam Goccani”
“Sangham saranam dacchami”
Bermakna :
“Saya berlindung diri di bawah Budha
“Saya berlindung diri di Bawah Dharma”
“Saya berlindung diri di bawah Sangha”
Triratna harus diucapkan tiga kali. Pada kali yang kedua diawali dengan Dutiyam, yang bermakna : buat kedua kalinya. Pada kali yang ketiga diawali dengan Tatiyam, yang bermakna : buat ketiga kalinya.

v Saddha
Kata Saddha adalah sebutan dalam bahasa Pali atau Sradha sebutan dalam bahasa Sanskerta. Arti kata Saddha/Sradha ialah keyakinan atau kepercayaan –Benar . dalam ajaran agama Budha, sesungguhnya menekankan suatu kepercayaan yang ditimbulkan oleh sesuatu yang nyata. Inilah yang disebut Saddha. Saddha dapat diartikan sebagai keyakinan yang telah mencakup pengertian percaya di dalamnya.
Jadi kata Saddha itu dapat diartikan sebagai :
  1. Keyakinan
  2. Kepercayaan – benar
  3. Keimanan dalam bhakti.
Asanga seorang pujangga Budhisme hidup di abad ke IV, Saddha itu mengandung tiga unsure, yaitu :
  1. Keyakinan kuat terhadap sesuatu hal.
  2. Kegembiraan mendalam terhadap sifat-sifat yang baik.
  3. Harapan memperoleh sesuatu di kemudian hari.

Isi Saddha secara garis besar adalah :
  1. Sanghyang Adi Budha.
  2. Triratna / Tiratana yaitu tiga mustika (Budha, Dharma, Sangha)
  3. Arahat yaitu tingkat kesucian tertinggi
  4. Bodhisattva yaitu CXalon Budha
  5. Tilakkhana yaitu Hukum tiga corak umum.
  6. Paticca – Samuppada yaitu Hukum pokok permulaan sebab-akibat yang saling bergantungan.
  7.  Karma yaitu yaitu Hukum perbuatan yang dilakukan oleh pikiran, kata-kata dan badan.
  8. Punabbhava yaitu tumimbal lahir.
  9. Cattari Arya Saccani yaitu Empat Kebenaran Mulia
  10. Nibbana.

0 komentar:

Poskan Komentar